Rifki Fauzi

Family guy, Software engineer, Coding instructor, Lifelong learner

Maret 2018 adalah pertama kali datang ke kuwait, waktu itu saya diundang ke kuwait oleh seorang teman (warga negara kuwait) dan menawarkan pekerjaan apakah tertarik untuk bekerja di kuwait. tentu saja undangan ke kuwait itu saya terima dengan senang hati. selama seminggu di kuwait semuanya berkesan positif. karena waktu itu saya dibawa jalan-jalan ke beberapa tempat yang menarik, mulai dari startup incubator sampai mall super besar yang bernama "The Avenues". Saat itu status saya masih bekerja di Hacktiv8, jakarta dan tawaran pekerjaan belom saya terima. karena waktu itu job deskripsi, gaji, dan lainnya belom terperinci. offernya masih secara umum "kerjaan nya soal coding dan gaji nya bagus".

Mei 2018, baru ada kepastian soal gaji, jobdesk dll. saat itu saya masih ragu, karena kalau dibandingkan dengan di jakarta. dari sisi materi gak beda jauh, terlebih di jakarta semuanya sudah nyaman. kontrakan kecil di cilandak, tetangga yang baik2, gaji yang sudah cukup besar, keluarga kecil, semuanya udah sempurna. baru saja sempurna, sampai akhirnya setelah berdiskusi dengan istri dan orang tua. saya memutuskan untuk menerima pekerjaan disini dengan segala resiko nya.

Agustus 2018 saya resign dari tempat saya bekerja. jujur saja, bekerja di hacktiv8 adalah pengalaman terbaik yang saya pernah alami. kenapa ? karena passion saya selain coding adalah mengajar dan sharing, perbandingan gaji dan living cost yang sangat ideal, terlebih saya bisa ketemu banyak orang dari berbagai macam background dan bisa belajar dari mereka. intinya.. sangat berkesan !

Salah perhitungan

September 2018 Akhir september harusnya saya sudah menerima Visit Visa untuk saya proses disini, tapi ternyata ada kendala di pihak kuwait nya.. molor sampai akhir oktober. setelah saya terima baru saya proses visa kerja, mulai dari medical checkup, urus dokumen ke embassy kuwait di jakarta. dst. semuanya makan waktu hingga desember 2018.

Desember 2018 Gagal berangkat gara2 maskapai srilankan airways tidak mau issue tiket saya dikarenakan saya beli pakai BNI debit online. sementara keticka checkin saya harus sediakan kartu fisik nya. hal yang mustahil. akhir nya diundur.. berangkat di penghujung tahun 2019.

Januari 2019 Saya sampai di kuwait tgl 30 desember, menghabiskan tahun baru di kamar hotel tidur pulas :D disini saya ngurus work permit, recidency (izin tinggal) dan bikin civil ID (semacam KTP). ngurus visa visit untuk istri dan anak hingga akhir februari 2019. selama ini saya tinggal di Hotel.. ya hampir 45 hari tinggal di hotel.. rata2 hotel nya 1,5 - 2,5 jt permalam.. walaupun dibayarin tapi saya pengen nangis, jiwa misqueen ini terguncang. dipikiran saya waktu itu adalah "mending uang nya buat saya aja.. saya tidur di masjid" lol

Maret 2019 pulang ke jakarta ngurus barang2 untuk pindahan ke sukabumi, jual mobil dll. sampe akhirnya berangkat lagi kekuwait tgl 8 maret bersama anak dan istri.

bersambung...

githubinstagram